PROGRAM Studi Perbandingan Mazhab adalah salah satu program studi yang ada di Fakultas Syariah dan Ekonomi Islam Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon. Prodi ini mengembangkan berbagai hal tentang Perbandingan Mazhab dalam hukum Islam dan juga dalam hukum positif.

Dalam sejarahnya, Prodi Perbandingan Hukum dan Mazhab dipimpin oleh seorang Ketua Jurusan yang telah mengalami pergantian seiring perubahan status yang terjadi pada perguruan tinggi.

Regulasi perubahan itu terjadi mulai dari tahun 1997-1998 setelah dinyatakan terpisah dari kampus induknya yang semula IAIN Cabang dari Alauddin Makassar menjadi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Ambon di tahun 1997-1998. Seiring perubahan tersebut, Prodi ini langsung didaulat untuk dinakhodai oleh seorang Ketua, yakni Bapak Firdaus, M.Ag. Beliau dipercayakan menjadi Ketua Prodi sejak Tahun 1998 hingga 1999. Kemudian amanah kepemimpinan dipindahkan kepada Ibu Dra. Aisa Manilet dari tahun 2000 hingga 2001. Selanjutnya dari tangan kepemimpinan Ibu Dra. Aisa Manilet berpindah kepada Bapak La Jamaa, S.Ag dalam kurun waktu kepemimpinan Tahun 2005-2006. Kepemimpinan Bapak La Jamaa kemudian berlanjut kepada Bapak Drs. Husen Maswara antara Tahun 2006-2007.

Seiring perubahan waktu tersebut, Prodi ini kian mengalami perkembangan setelah kampus hijau ini ditingkatkan menjadi Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Ambon antara Tahun 2006-2007. Secara otomatis, terjadi perubahan nomenklatur institut yang ikut mengubah nomenklatur di tingkat program studi, termasuk Prodi PHM. Namun demikian, kepemimpinan Drs. Husen Maswara masih terus belanjut, yang dibantu langsung oleh seorang Sekretaris, yakni Ibu Thalhah, M.Ag hingga Tahun 2003.

Selanjutnya pada tanggal 07 Mei 2013, Rektor IAIN Ambon melantik Ibu Roswati Nurdin, MH.I sebagai Ketua Program Studi dan Ibu Fauziyah Rahawarin, MH sebagai Sekretaris Program Studi.
Program Studi ini sendiri dibuka di IAIN Ambon dengan beberapa alasan mendasar sebagai berikut:

  1. Ikut berperan dalam mencerdaskan bangsa;
  2. Sebagai bentuk tanggung jawab akademik sebagai Iembaga pendidikan tinggi Islam untuk mengembangkan kajian dan menyelenggarakan pendidikan dalam bidang perbandingan hukum Islam;
  3. Ilmu perbandingan mazhab termasuk jenis ilmu pengetahuan agama yang populer dan telah menjadi realitas kebutuhan di masyarakat;
  4. Keahlian (kompetensi) dalam wilayah perbandingan mazhab, masih banyak dibutuhkan di masyarakat;
  5. Lapangan pekerjaan bagi keahlian perbandingan mazhab, seperti hakim. , panitera, pengacara, auditor halal, konsultan hukum Islam, penyuluh agama dan muballig/muballighat dan lainnya, serta;
  6. di Wilayah Maluku dan Indonesia Timur pada umumnya belum terdapat perguruan tinggi yang membuka Prodi Perbandingan Mazhab.